Dipublikasikan pada 3 Maret 2026
SEMARANG – Dalam suasana hangat dan penuh kolaborasi, Kepala Regional Pos 4 Jawa Tengah dan DIY melakukan kunjungan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah pada Kamis 19/02/2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua instansi untuk mempererat kerja sama yang telah terjalin lama.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Bapak M Noor Nugroho memaparkan peran strategis dari BI di tingkat propinsi.
“Selamat datang Pak Agus beserta tim ke kantor kami. Saat ini tugas Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Tengah meliputi pelaksanaan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, mengatur kelancaran sistem pembayaran dan mengelola uang rupiah di wilayah Jateng. Kami juga bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta pengendalian inflasi regional,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa selain kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Semarang, ada juga kantor perwakilan di Tegal, Purwokerto dan Solo.
Sementara itu, Kepala Regional 4 Jawa Tengah dan DIY, Bapak Agus Aribowo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas penerimaan yang hangat dari pihak Bank Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi sambutan Bapak Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah beserta jajaran. Lebih dari itu, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan Bank Indonesia selama ini dalam menggunakan layanan Pos Indonesia untuk mendukung operasional dan distribusi dari Bank Indonesia . Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi Pos Indonesia untuk terus memberikan pelayanan dengan sepenuh hati," ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa saat ini PT Pos Indonesia (Persero) memiliki 5 portofolio bisnis yaitu logistics service, kurir service, financial service non-inclusion, properti service, serta layanan lain-lain (salah satunya Universitas Logistik dan Bisnis Internasional).
Sedangkan Kantor Regional 4 Jawa Tengah dan DIY memiliki 5 Kantor Pos Cabang Utama, 28 Kantor Pos Cabang dan 571 Kantor Pos Cabang Pembantu serta 2 Sentral Pengolahan Pos se Jateng & DIY. Kami juga mempunyai aplikasi Pos Aja dan Pospay.
Beberapa poin diskusi antara lain :
1.Menghadapi tantangan inflasi, kedua belah pihak sepakat untuk mengoptimalkan peran Pos Indonesia dalam distribusi hasil pertanian. Dengan memanfaatkan jaringan logistik Pos, para petani dapat mendistribusikan hasil panen secara langsung ke pasar atau konsumen. Hal ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi yang panjang sehingga harga pangan tetap stabil di tingkat konsumen namun tetap menguntungkan di tingkat petani.
2. Transformasi Digital dan UMKM "Naik Kelas" Pos Indonesia berkomitmen mendukung UMKM binaan Bank Indonesia untuk merambah pasar nasional hingga internasional (Go Digital). Melalui layanan kurir dan logistik, Pos Indonesia menawarkan tarif yang sangat bersaing serta jangkauan pengiriman hingga pelosok negeri. Sinergi ini diharapkan mampu membantu UMKM binaan BI turun biaya operasionalnya sehingga lebih kompetitif dan siap "Naik Kelas".
3. Edukasi Logistik bagi UMKM Pos Indonesia siap sebagai narasumber dalam berbagai pertemuan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BI untuk UMKM. Fokus materinya meliputi manajemen rantai pasok, pengemasan standar ekspor, hingga strategi distribusi yang efisien.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen akan ditindaklanjuti dengan diskusi yang lebih komprehensif dan dilanjutkan dengan foto bersama.